Kesehatan Dan Keselamatan Kerja: Manfaat & Praktik

Hari Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) pertama kali diperingati pada 1970 oleh International Labour Organization (ILO).

Peringatan hari tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan kesehatan dan keselamatan kerja di semua dunia.

Hari K3 yang diperingati tiap-tiap 28 April ini juga mengingatkan kepada karyawan dan pelaku usaha kepada risiko lain, seperti pemakaian teknologi.

Definisi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Mengutip dari ILO, K3 yaitu semua keadaan dan elemen yang bisa berimbas pada kesehatan dan kenyamanan kerja bagi karyawan spaceman ataupun orang lain di lingkungan kerja.

Di Indonesia, K3 dibatasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Penanggung jawabnya yaitu Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Dan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3).

Beberapa fungsi dan peran Kemnaker dalam mengawasi K3, yaitu:

Memaksimalkan kebijakan
Mengerjakan pengawasan dan inspeksi implementasi K3 di beragam daerah kerja, pelatihan, dan pendidikan, termasuk mengeluarkan akta K3
Mengerjakan penyuluhan untuk mempromosikan K3 di lingkungan kerja
Mengapa Perusahaan Perlu Memiliki Sistem K3?
Perusahaan perlu memiliki cara K3 untuk memastikan keselamatan semua pihak, baik dari sisi pekerja dan perusahaan, di daerah kerja.

Dengan demikian, pekerja terhindar dari beragam risiko, seperti sakit dan kecelakaan, yang membuat mereka tidak hadir. Dengan menjalankan K3, mereka akan mempertahankan produktivitas kerjanya.

Bagi perusahaan, implementasi K3 dengan baik mengindikasikan bahwa organisasi tunduk kepada hukum ketenagakerjaan, sehingga meningkatkan reputasi dan menarik lebih banyak pemodal.

Malahan perusahaan bisa menarik kandidat berpotensi karena sudah menjalankan tanggung jawab K3 dan poin-poin keberlanjutan. Demikian pula dengan pelanggan, mereka akan terus mengaplikasikan produk atau layanan perusahaan karena kepedulian kepada K3.

Teladan Praktik Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Ada beragam praktik dan pemakaian K3 di lingkungan kerja. Pengaplikasian ini tidak cuma untuk industri konstruksi dan alat berat, tapi semua industri.

Umpamanya, memiliki pencahayaan yang pas di tiap-tiap sudut ruang dan menyediakan meja serta bangku ergonomis. Upaya itu bisa meningkatkan kinerja dan mencegah kerusakan komponen tubuh karyawan.

Perusahaan bisa mengaplikasikan kebijakan dilarang mengisap rokok di dalam ruangan untuk menghargai karyawan yang tidak mengisap rokok. Langkah ini menciptakan kenyamanan bagi mereka yang tidak mengisap rokok.

Kecuali itu, praktik K3 bisa berupa pemberian fasilitas antar jemput bagi karyawan yang bekerja pada shift sore dan malam. Ini guna memastikan karyawan aman dan selamat saat berangkat sampai pulang kerja.

Padahal proses di lapangan, prinsip K3 mesti dikerjakan untuk mencegah risiko, seperti kecelakaan kerja yang menyebabkan cacat fisik sampai kematian. Umpamanya, pemakaian helm di lokasi konstruksi.

Malahan perusahaan perlu memiliki ahli K3 bersertifikat dari Kemnaker guna memastikan keamanan karyawan.

Penutup
Pengaplikasian K3 perlu dikerjakan oleh semua perusahaan untuk memastikan keselamatan karyawan dan semua orang yang berada di lingkungan kerja. Praktik ini juga bisa berupa pencahayaan yang memadai sampai pemakaian rompi serta helm di lapangan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.