Preview Film: Night Bus 2017 Menyebutkan Seputar berikut

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia perfilman Indonesia memang semakin berkembang. Tema yang diangkat lebih berwarna. Tak lagi didominasi oleh hantu-hantu sexy dan drama romansa ala ababil. Salah satu film terupdate yang menyemarakkan perbioskopan tanah air ialah Night Bus. ber-genre action-thriller.

Film Night Bus yang diproduseri oleh Darius Sinathrya ini tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Kamis (6/4) ini. Kisahnya disadur dari cerpen berjudul Selamat. Karya Teuku Rifnu Wikana. terbit pada 2010 yang lalu.

menarik, cerpen Selamat tadi, kabarnya, ialah pengalaman kongkret dari si penulis. Dahulu, awalnya, sesudah mengupload karyanya ke dunia online, Teuku Rifnu Wikana mendapatkan respon positif dari para pembacanya. Banyak yang mengatakan, cerpen slot gacor gampang menang Selamat cocok untuk diangkat ke layar lebar. Dari situlah, hasilnya, film Night Bus ini berkembang. Skenarionya kemudian digarap oleh Rahabi Mandra. Meski yang menjadi sutradaranya ialah Emil Heradi.

Menurut Darius Sinathrya, kisah film Night Bus ini memang terinspirasi dari kejadian yang Teuku Rifnu Wikana pernah natural. Namun, dia tidak ingin mengaitkan hal itu secara segera. Karena bakal sensitif. Makanya, mereka memilih nama daerahnya fiksi. Karena tidak ingin menyinggung salah satu pihak yang ada dalam kehidupan kongkret.

Dalam film Night Bus ini, dikisahkan, pada tahun 1999, ada seorang wartawan yang mendapatkan tugas untuk meliput tempat yang sedang dilanda perselisihan. Dengan menumpang sebuah bis malam, dia berangkat dari Kota Rampak. Untuk menuju ke Sampar. Sebuah tempat yang kaya sumber energi alam. Di ujung Pulau Santani.

Berikutnya, selama 12 jam, dari pukul lima petang sampai lima pagi, para penumpang mengalami kondisi yang mencekam. Hampir tiap dua jam sekali bis dihentikan di tengah jalan. Lalu di-sweeping. Bergantian. Oleh dua pihak yang bertikai. Yaitu, kelompok separatis Samerka (Sampar Merdeka) dan aparat pemerintah.

Para penumpang bis tersebut mempunyai tujuan masing-masing. Ada yang ingin pulang dan berjumpa dengan keluarga di Sampar, ada yang ingin berziarah ke makam buah hati yang baru meninggal, ada yang ingin menuntaskan urusan pribadi serta mencari penghidupan yang lebih cocok, dan lain-lain.

Namun, tidak dinyana, perjalanan awam memakai bis malam tersebut kemudian berubah menjadi teror yang menegangkan. Di antara para penumpang, ternyata, ada orang yang menjadi pembawa pesan rahasia untuk Panglima Samerka. Tak pembawa pesan kemudian diburu oleh pihak yang bertikai. Termasuk, oleh gerombolan bandit keji. memanfaatkan kondisi perselisihan yang sedang terjadi.

Nyawa para penumpang bis malam pun dipertaruhkan. ada yang bisa menebak, siapa yang bakal selamat, atau menjadi korban, dalam perjalanan maut selama 12 jam yang betul-betul mencekam tersebut.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.