Review Film Drama Korea Judul It’s Okay To Not Be Okay 2024

Seperti judulnya, drama Korea bertajuk It’s Okay to Not Be Okay membawa pesan penting untuk dapat lebih menerima diri sendiri.

Secara garis besar, drama yang dibintangi Kim Soo-hyun dan Seo Ye-ji ini masih mengangkat cerita cinta seperti kebanyakan drama Korea.

Namun, informasi kesehatan mental yang juga menjadi tema besar dalam drama ini menjadi poin lebih It’s Okay to Not Be Okay sehingga terasa lebih menarik.

Drama yang disutradarai Park bonus new member Shin-woo ini menyebutkan asmara antara Moon Kang-tae (diperankan Kim Soo-hyun) dan Ko Moon-young (Seo Ye-ji).

Moon Kang-tae merupakan pekerja di bangsal psikiatris yang tak percaya pada cinta. Ko Moon-young merupakan seorang penulis buku cerita buah hati-buah hati berkepribadian anti-sosial, benar-benar egois, dan pongah.

Meski plot drama ini bercerita seputar dua karakter hal yang demikian, namun ada satu peran lain yang tak kalah penting, merupakan kakak laki-laki Kang-tae yang mengidap autisme, Moon Sang-tae (Oh Jung-se).

Kisah dibuka dengan kartun seputar gadis kecil yang hidup terkungkung dalam kastel terkutuk di tengah hutan. Dia dijauhi oleh teman-sahabatnya dan disebut sebagai monster.

Hingga suatu hari, hidupnya terasa berwarna saat bersua bocah laki-laki yang mengikuti kemana bahkan ia pergi. Namun tak lama, bocah itu kemudian lari saat mengamati hal seram yang ia lakukan. Hidupnya bahkan kembali suram.

Cuplikan kartun ini menjadi pembuka menarik dan memiliki ikatan yang cukup erat dengan garis besar cerita.

Pada sebagian episode awal, drama ini mulai menyebutkan latar kehidupan masing-masing karakter. Intensitas drama ini cukup naik turun saat pelan membongkar bagian masa lalu tiap-tiap karakter utama serta ikatan mereka.

Alur maju mundur ini bahkan cukup sukses membikin penasaran, namun di sisi lain aura suram dari cuplikan di masa lalu membikin drama terasa horor pada sebagian bagian.

Suasana hal yang demikian paling terasa saat menyebutkan masa lalu hidup Ko Moon-young yang masih menjadi bayang-bayang syok kehidupannya masa ini.

Dia wajib diapresiasi dari cerita hasil garapan Jo-yong merupakan progres perkembangan para karakter utama juga penunjangnya. Sekiranya dapat menandakan betapa masa lalu menyusun karakter para pemeran utama sampai kesudahannya menerima diri juga kondisi.

Moon Kang-tae yang semula menutupi yang ia rasakan dan berlagak kuat serta dapat mengatasi segala persoalan, pada kesudahannya mulai menerima dan membuka diri.

Kang-tae pelan sadar bahwa ia juga butuh hidup untuk kebahagiaan dirinya sendiri setelah selama sebagian waktu mengorbankan segalanya demi sang kakak.

Seperti kata Nam Joo-ri, kawan lama Moon Kang-tae, ” kau berkeinginan membikin sekelilingmu bersuka cita, kau perlu mencari kebahagiaanmu sendiri. Menjadi egois tak selalu buruk.”

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.